Thursday, December 27, 2012

Obat Tradisional untuk Flu Burung

Ramuan Tradisional Penangkal Flu Burung

 Sejumlah peternak ayam dan itik risau dengan serangan flu burung yang akhir-akhir ini santer diberitakan. Namun peternak itik di Kabupaten Cirebon punya cara sendiri untuk mencegah persebaran penyakit flu burung.

Para peternak di Cirebon punya ramuan tradisional untuk menangkal virus yang dapat membuat ternak mereka mati mendadak itu. Ramuan tersebut terdiri dari rempah-rempah khas Indonesia.

Bahan yang dipakai antara lain merica, jahe, kencur, sereh, mengkudu, kunyit, temu hitam, daun sambiloto dan gula merah. "Semua bahan dihaluskan dan dimasak," kata Waud, peternak itik asal Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa 25 Desember 2012.

Setelah dihaluskan, ramuan tadi direbus. Air rebusan itu kemudian diberikan kepada itik peliharaannya. "Ramuan ini sudah diwariskan turun temurun sejak 1964," katanya. Menurut Waud, ramuan itu bisa memperkuat stamina itik sehingga terhindar dari serangan flu burung.

Ketua Kelompok Peternak Itik Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Mito mengatakan di daerahnya belum ada kasus unggas yang mati mendadak karena flu burung. "Flu burung banyak terjadi, tapi tidak di sini," katanya.

Desa Kroya dikenal sebagai sentra peternakan itik memilili 90 peternak dengan populasi itik mencapai 60 ribu ekor. Kendati pernah ditemukan unggas yang mati, namun menurut Mito, peristiwa itu tidak terjadi secara massal. "Paling hanya satu atau dua ekor. Itu masih wajar," katanya. 

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/12/26/092450407/Ramuan-Tradisional-Penangkal-Flu-Burung

No comments:

Post a Comment

Post a Comment